Selasa, 03 April 2012

Kreteria Manager Proyek Yang Baik


Manager adalah orang atau seseorang yang harus mampu membuat orang-orang dalam organisasi yang berbagai karakteristik, latar belakang budaya, akan tetapi memiliki ciri yang sesuai dengan tujuan dan teknologi. Dan tugas seorang manager adalah bagaimana mengintegrasikan berbagai macam variabel (karakteristik, budaya, pendidikan dan lain sebagainya) kedalam suatu tujuan organisasi yang sama dengan cara melakukan mekanisme penyesuaian. Adapun mekanisme yang diperlukan untuk menyatukan variabel diatas adalah sebagai berikut:  
*Pengarahan yang mencakup pembuatan keputusan, kebijaksanaan, supervisi, dan lain-lain. 
* Rancangan organisasi dan pekerjaan. 
* Seleksi, pelatihan, penilaian, dan pengembangan. 
* Sistem komunikasi dan pengendalian. 
* Sistem reward.
Hal tersebut memang tidak mengherankan karena posisi Manajer Proyek memegang peranan kritis dalam keberhasilan sebuah proyek terutama di bidang teknologi informasi. Berikut ini kualifikasi teknis maupun nonteknis yang harus dipenuhi seorang Manajer Proyek: 
·                     Karakter Pribadinya
·                     Karakteristik Kemampuan Terkait dengan Proyek yang Dikelola
·                     Karakteristik Kemampuan Terkait dengan Tim yang Dipimpin

Karakter Pribadi yang Harus Dimiliki Seorang Manager Proyek
1.                  Memiliki pemahaman yang menyeluruh mengenai teknis pekerjaan dari proyek yang dikelola olehnya.
2.                  Mampu bertindak sebagai seorang pengambil keputusan yang handal dan bertanggung jawab.
3.                  Memiliki integritas diri yang baik namun tetap mampu menghadirkan suasana yang mendukung di lingkungan tempat dia bekerja.
4.                  Asertif
5.                  Memiliki pengalaman dan keahlian yang memadai dalam mengelola waktu dan manusia.

Karakteristik Kemampuan Terkait dengan Tim yang Dipimpin
1.                  Memiliki kemampuan dan keahlian berkomunikasi serta manajerial.
2.                  Mampu menyusun rencana, mengorganisasi, memimpin, memotivasi serta mendelegasikan tugas secara bertanggung jawab kepada setiap anggota tim.
3.                  Menghormati para anggota tim kerjanya serta mendapat kepercayaan dan penghormatan dari mereka.
4.                  Berbagi sukses dengan seluruh anggota tim.
5.                  Mampu menempatkan orang yang tepat di posisi yang sesuai.
6.                  Memberikan apresiasi yang baik kepada para anggota tim yang bekerja dengan baik.
7.                  Mampu mempengaruhi pihak-pihak lain yang terkait dengan proyek yang dipimpinnya untuk menerima pendapat-pendapatnya serta melaksanakan rencana-rencana yang disusunnya.
8.                  Mendelegasikan tugas-tugas namun tetap melakukan pengendalian melekat.
9.                  Memiliki kepercayaan yang tinggi kepada para profesional terlatih untuk menerima pekerjaan-pekerjaan yang didelegasikan darinya.
10.              Menjadikan dirinya sebagai bagian yang terintegrasi dengan tim yang dipimpinnya.

Karakteristik Kemampuan Terkait dengan Proyek yang Dikelola
1.                    Memiliki komitmen yang kuat dalam meraih tujuan dan keberhasilan proyek dalam jadwal, anggaran dan prosedur yang dibuat.
2.            Pelaksanakan seluruh proses pengembangan proyek IT sesuai dengan anggaran dan waktu yang dapat memuaskan para pengguna/klien.
3.                  Pernah terlibat dalam proyek yang sejenis.
4.                  Mampu mengendalikan hasil-hasil proyek dengan melakukan pengukuran dan evaluasi kinerja yang disesuaikan dengan standar dan tujuan yang ingin dicapai dari proyek yang dilaksanakan.
5.                  Membuat dan melakukan rencana darurat untuk mengantisipasi hal-hal maupun masalah tak terduga.
6.                  Membuat dan menerapkan keputusan terkait dengan perencanaan.
7.                  Memiliki kemauan untuk mendefinisikan ulang tujuan, tanggung jawab dan jadwal selama hal tersebut ditujukan untuk mengembalikan arah tujuan dari pelaksanaan proyek jika terjadi jadwal maupun anggaran yang meleset.
8.                  Membangun dan menyesuaikan kegiatan dengan prioritas yang ada serta tenggat waktu yang ditentukan sebelumnya.
9.                  Memiliki kematangan yang tinggi dalam perencanaan yang baik dalam upaya mengurangi tekanan dan stres sehingga dapat meningkatkan produktifitas kerja tim.
10.              Mampu membuat perencanaan dalam jangka panjang dan jangka pendek.

Skill yang Dibutuhkan Manager Proyek:
Shtub (1994) menggambarkan diagram kemampuan yang penting untuk dimiliki oleh seorang manajer proyek. Diantaranya adalah:
·                     Problem Solving, kemampuan manajer dalam menyelesaikan masalah secara efektif dan efisien.
·                     Budgeting and Cost Skills, Kemampuan dalam hal membuat anggaran biaya proyek, analisis kelayakan investasi agar keuangan proyek dapat berjalan optimal sesuai dengan keinginan penyedia dana.
·                     Schedulling and Time Management Skills, kemampuan untuk menjadwalkan proyek. Disini manajer proyek dituntut untuk dapat mengelola waktu secara baik agar proyek dapat selesai tepat waktu seperti yang diharapkan. Untuk mengelola waktu ini manajer proyek harus mendefinisikan aktivitas-aktivitas yang diperlukan, misalnya dengan teknik WBS atau Work Breakdown Structure. Selain itu manajer proyek harus mampu memperkirakan waktu bagi setiap aktivitas secara realistis. Hal ini memerlukan kordinasi dengan tim proyek untuk menentukan estimasi berapa alam aktivitas tersebut dilakukan. Kemudian, manajer proyek harus mengatur waktu peringatan untuk mengindikasikan tanggal-tanggal kritis selama proyek berlangsung.
·                     Technical Skills, Kemampuan teknis melingkupi pengetahuan dan pengalaman dalam hal proyek itu sendiri, dengan mengetahui prosedur-prosedur dan mekanisme proyek. Kemampuan teknis biasanya di dapat dari penimbaan ilmu khusus di bangku formal, misalnya Institut Manajemen Proyek, dan sebagainya.
·                     Leadership Skills, Kepemimpinan menjadi salah satu peranan penting yang dimiliki oleh seorang manajer proyek. Apa yang dilakukan oleh manajer proyek menendakan bagaimana seharusnya orang lain atau timnya bekerja. Dengan ini manajer proyek dapat mempengaruhi bagaimana orang lain dapat bertindak dan bereaksi terhadap isu-isu proyek.
·                     Resource Management and Human Relationship Skills, Pemakaian sumber daya adalah masalah utama bagi para manajer proyek. Manajer proyek perlu memahami akibat dari kegagalan dalam mengelola sumber daya, oleh karena itu perlu kehati-hatian dalam menempatkan sumberdaya yang ada dan menjadwalkannya. Hal ini membutuhkan kemampuan untuk membangun jaringan social dengan orang-orang yang terlibat di dalam proyek, seperti para stakeholder. Seorang manajer proyek yang efektif harus mampu untuk menempatkan diri dalam memberikan keterbukaan dan persahabatan dengan pihak lain, salah satunya dengan menjadi pendengar yang baik.
·                     Communication Skills, Perencanaan sebuah proyek akan menjadi tidak berguna ketika tidak ada komunikasi yang efektif antara manajer proyek dengan timnya. Setiap anggota tim harus mengetahui tanggung jawab mereka. Kadang, jadwal perencanaan yang sudah dibuat secara sempurna oleh manajer proyek tidak dijalankan oleh timnya, tim lebih memilih bekerja dengan aturan mereka sendiri. Hal ini dikarenakan sang manajer tidak memberikan penjelasan atau mempresentasikan prosedur yang diinginkan dalam menjalankan proyek.
·                     Negotiating Skills, Untuk memperoleh simpati dan dukungan dari manajemen atas, kemampuan negosiasi dititik beratkan disini. Tapi, manajer proyek harus memahami kepentingan manajemen atas sehingga dengan pemahaman ini manajer proyek dapat melakukan bargaining dengan pemikiran yang tenang dan jernih untuk memperoleh apa yang diinginkan. Selain kemampuan komunikasi yang baik, negosiasi juga memerlukan strategi dalam menarik dukungan manajemen atas atau sponsor mereka, bagaimanapun, pihak yang bernegosiasi harus dapat melihat loyalitas sang manajer terhadap mereka, baru kemudian akan muncul kepercayaan.
·                     Marketing, Contracting, Customer Relationship Skills, Kemampuan menjual tidak hanya dimiliki oleh marketer saja, akan tetapi manajer proyek harus memiliki kemampuan untuk memasarkan hasil proyeknya, karena akan sangat tragis ketika sebuah proyek yang sukses secara implementatif, tetapi outputnya tidak dibutuhkan oleh para penggunanya. Bagaimanapun apa yang akan dikatakan sang manajer proyek kepada pelanggannya akan lebih berpengaruh daripada yang mengatakan hanya bagian marketing. Selain itu, kedekatan dengan konsumen sangat diperlukan. Sang manajer perlu responsive terhadap perubahan kebutuhan dan persyaratan pelanggan untuk memenuhi kebutuhan mereka. Sekali lagi, kemampuan komunikasi sangat berperan penting disini. Dalam konsep TQM, kunci utama untuk mengidentifikasi kebutuhan pelanggan adalah komunikasi secara terus-menerus antar pelanggan maupun antar tim proyek (Tjiptono&Diana, 2003).

Sumber :

Senin, 02 April 2012

Lebih Jauh Mengenai COCOMO



Pengertian COCOMO

COCOMO adalah sebuah model yang didesain oleh Barry Boehm untuk memperoleh perkiraan dari jumlah orang-bulan yang diperlukan untuk mengembangkansuatu produk perangkat lunak. Satu hasil observasi yang paling penting dalam model iniadalah bahwa motivasi dari tiap orang yang terlibat ditempatkan sebagai titik berat. Halini menunjukkan bahwa kepemimpinan dan kerja sama tim merupakan sesuatu yang penting, namun demikian poin pada bagian ini sering diabaikan.

Jenis-jenis COCOMO

Gambar 1 Jenis-Jenis COCOMO

Jenis-Jenis COCOMO terdiri dari 3 jenis, yaitu :

1. Model COCOMO Dasar

Model COCOMO dapat diaplikasikan dalam tiga tingkatan kelas:
a. Proyek organik (organic mode)
Proyek organik merupakan proyek dengan ukuran relatif kecil, dengan anggota tim yang sudah berpengalaman, dan mampu bekerja pada permintaan yang relatif fleksibel.
b. Proyek sedang (semi-detached mode)
Proyek sedang merupakan proyek yang memiliki ukuran dan tingkat kerumitan yang sedang, dan tiap anggota tim memiliki tingkat keahlian yang berbeda
c. Proyek terintegrasi (embedded mode)
Proyek terintegrasi merupakan proyek yang dibangun dengan spesifikasi dan operasi yang ketat

Model COCOMO dasar ditunjukkan dalam persamaan 1, 2, dan 3 berikut ini: 


                                                                                                                                                   (1, 2, 3)
Dimana :
• E : besarnya usaha (orang-bulan)
• D : lama waktu pengerjaan (bulan)
• KLOC : estimasi jumlah baris kode (ribuan)
• P : jumlah orang yang diperlukan.
Sedangkan koefisien ab, bb, cb, dan db diberikan pada Tabel 1 berikut:

Tabel 1 . Koefisien Model COCOMO Dasar



2. Model COCOMO Lanjut (Intermediate COCOMO) 

Pengembangan model COCOMO adalah dengan menambahkan atribut yang dapat menentukan jumlah biaya dan tenaga dalam pengembangan perangkat lunak, yang dijabarkan dalam kategori dan subkatagori sebagai berikut:
a. Atribut produk (product attributes)
1. Reliabilitas perangkat lunak yang diperlukan (RELY)
2. Ukuran basis data aplikasi (DATA)
3. Kompleksitas produk (CPLX)
b. Atribut perangkat keras (computer attributes)
1. Waktu eksekusi program ketika dijalankan (TIME)
2. Memori yang dipakai (STOR)
3. Kecepatan mesin virtual (VIRT)
4. Waktu yang diperlukan untuk mengeksekusi perintah (TURN)
c. Atribut sumber daya manusia (personnel attributes)
1. Kemampuan analisis (ACAP)
2. Kemampuan ahli perangkat lunak (PCAP)
3. Pengalaman membuat aplikasi (AEXP)
4. Pengalaman penggunaan mesin virtual (VEXP)
5. Pengalaman dalam menggunakan bahasa pemrograman (LEXP)
d. Atribut proyek (project attributes)
1. Penggunaan sistem pemrograman modern(MODP)
2. Penggunaan perangkat lunak (TOOL)
3. Jadwal pengembangan yang diperlukan (SCED) 


Masing-masing subkatagori diberi bobot seperti dalam tabel 2 dan kemudian dikalikan.

Dari pengembangan ini diperoleh persamaan: 

                                                                                                                                                             (4)
Dimana :
• E : besarnya usaha (orang-bulan)
• KLOC : estimasi jumlah baris kode (ribuan)
• EAF : faktor hasil penghitungan dari sub-katagori di atas.

Koefisien ai dan eksponen bi diberikan pada tabel berikut.

Tabel 3. Koefisien Model COCOMO Lanjut 



2.1 Persamaan Perangkat Lunak
Persamaan perangkat lunak merupakan model variabel jamak yang menghitung suatu distribusi spesifik dari usaha pada jalannya pengembangan perangkat lunak. Persamaan berikut ini diperoleh dari hasil pengamatan terhadap lebih dari 4000 proyek perangkat lunak :

     
                                                                                                                                                       (5)
Dimana :
• E = usaha yang dilakukan (orang-bulan atau orang-tahun)
• t = durasi proyek dalam (bulan atau tahun)
• B = faktor kemampuan khusus
• P = parameter produktivitas 

Nilai B diambil berdasarkan perkiraan. Untuk program berukuran kecil (0.5 < KLOC < 5), B = 0.16. Untuk program yang lebih besar dari 70 KLOC, B = 0.39.
Sedangkan besarnya nilai P merefleksikan:
1. Kematangan proses dan praktek manajemen
2. Kualitas rekayasa perangkat lunak
3. Tingkat bahasa pemrograman yang digunakan
4. Keadaan lingkungan perangkat lunak
5. Kemampuan dan pengalaman tim pengembang
6. Kompleksitas aplikasi
Berdasarkan teori, diperoleh P = 2000 untuk sistem terapan, P = 10000 untuk perangkat lunak pada sistem informasi dan sistem telekomunikasi, dan P = 28000 untuk sistem aplikasi bisnis.

2.2 Konversi Waktu Tenaga Kerja
Konversi waktu tenaga kerja ini diperoleh dari angka pembanding yang digunakan pada perangkat lunak ConvertAll, dengan hubungan persamaan antara orang-bulan (OB), orang-jam (OJ), orang-minggu (OM), dan orang-tahun (OT) adalah sebagai berikut :
OM = 40 OJ (6)
OT = 12 OB (7)
OT = 52 OM (8)
Dari persamaan di atas, diperoleh konversi orang-bulan ke orang-jam sebagai berikut :
OB = (40 OJ x 52) / 12
OB = 173,33 OJ (9) 

3. Model COCOMO II (Complete atau Detailed COCOMO model)

Model COCOMO II, pada awal desainnya terdiri dari 7 bobot pengali yang relevan dan kemudian menjadi 16 yang dapat digunakan pada arsitektur terbarunya. 

Tabel 4. COCOMO II Early Design Effort Multipliers



Tabel 5. COCOMO II Post Architecture Effort Multipliers 



Sama seperti COCOMO Intermediate (COCOMO81), masing-masing sub katagori bisa digunakan untuk aplikasi tertentu pada kondisi very low, low, manual, nominal, high maupun very high. Masing-masing kondisi memiliki nilai bobot tertentu. Nilai yang lebih besar dari 1 menunjukkan usaha pengembangan yang meningkat, sedangkan nilai di bawah 1 menyebabkan usaha yang menurun. Kondisi Laju nominal (1) berarti bobot pengali tidak berpengaruh pada estimasi. Maksud dari bobot yang digunakan dalam COCOMO II, harus dimasukkan dan direfisikan di kemudian hari sebagai detail dari proyek aktual yang ditambahkan dalam database.

IV.   Metodologi Dashboard COCOMO.

Pada gambar dibawah ini dijelaskan tentang metodologi dashboard COCOMO. yang menggunakan demo dashboard LIVE Xcelsius. Anda dapat menggunakan komponen interaktif xcelsius dashboard ini untuk mengubah faktor dalam model dan langsung melihat hasilnnya. KPIs dalam Produk, Computer, Personalia dan Kategori Proyek.

 www.scribd.com/doc/81758764/Tugas-COCOMO
 



Penggunaan Software Open Source Dalam Suatu Aplikasi


        Dalam pembuatan suatu aplikasi pasti tidak ketinggalan dengan yang namanya software yaitu sebuah perangkat lunak yang digunakan di dalam komputer sebagai pendukung dalam pembuatan suatu aplikasi.

           Software yang sering digunakan oleh para pengguna komputer  biasanya dianjurkan yang bersifat open source karena software yang bersifat open source itu sifatnya membuka/membebaskan source codenya untuk dilihat oleh orang lain dan membiarkan orang lain mengetahui cara kerja software tersebut dan sekaligus memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ada pada software tersebut.

Biasanya orang mendapatkan software ini dari internet. Salah satu open source software yang terkenal yaitu Linux. Keberadaan open source software ini sangat ditunjang oleh internet. Mula-mula Open source software diambil dari internet kemudian digunakan oleh orang dan diperbaiki apabila ada kesalahan. Hasil perbaikan dari open source ini kemudian dipublikasikan kembali melalui internet yang memungkinkan orang lain menggunakan dan memperbaikinya. Dan begitulah seterusnya. Saat ini sangat mudah mendapatkan open source software di internet.

Software yang bersifat open source ini memiliki kelebihan dan kekurangan pada penggunaannya. Kelebihan dari software yang bersifat open source adalah dapat diperoleh dan digunakan secara gratis dengan mendownload via internet tanpa perlu membayar lisensi, peningkatan kualitas, menjamin masa depan software.

 Sedangkan untuk kelemahannya dari software yang bersifat open source adalah GUI dari software biasanya kurang memuaskan untuk user yang awam, terkadang ada beberapa software open source yang tidak bisa menggantikan jenis software berbayar, software open source biasanya kurang diminati oleh user awam karena biasanya sulit dalam instalasi atau penggunaan.

Referensi :


Jumat, 09 Maret 2012

Doyan Buah dan Sayur Bikin Kulit Mulus

Sebuah riset terbaru mengindikasikan, diet tinggi sayur dan buah-buahan merupakan cara terbaik dan alami untuk membuat kulit terlihat lebih menarik. Bahkan dalam riset terbarunya, para peneliti dari Skotlandia menemukan, diet tinggi buah dan sayuran akan memberikan perubahan warna kulit menjadi kemerahan dan kekuningan pada orang kulit putih.

Peneliti beranggapan, buah dan sayur sebagai makanan yang kaya antioksidan dan sarat dengan pigmen nabati, yang dapat mempengaruhi warna kulit. Temuan ini dipublikasikan dalam journal online PLoS ONE.

Dalam risetnya, peneliti mengumpulkan data dari 35 mahasiswa di University of St Andrews, Skotlandia. Usia mereka rata-rata adalah 21 tahun. Peserta studi diminta untuk mengisi kuisioner frekuensi makanan yang menjelaskan seberapa sering mereka makan makanan tertentu selama tiga sesi penelitian selama enam minggu. 
   
Hasil kuesioner menunjukkan bahwa, rata-rata para siswa makan 3,5 porsi buah dan sayuran sehari.

Para ilmuwan juga mengukur warna kulit setiap peserta di tujuh lokasi tubuh, termasuk bagian pipi, dahi, bahu, dan lengan atas, pada awal penelitian, serta di minggu ke tiga dan minggu ke enam.

Hasil temuan menunjukkan, tidak butuh waktu yang lama dan tidak butuh peningkatan besar dalam makanan untuk memperbaiki penampilan kulit. Setelah enam minggu, para ilmuwan melihat adanya peningkatan yang nyata dalam warna kulit di mana lebih kemerahan dan kekuningan pada orang yang meningkatkan asupan buah dan sayuran.

 "Perubahan warna kulit ada hubungannya dengan apa yang Anda makan selama periode waktu yang relatif singkat dan itu dicapai melalui perubahan pola makan yang relatif sederhana," kata peneliti.

Peneliti berpendapat senyawa seperti karotenoid - pigmen yang memberikan warna merah, kuning, dan oranye pada buah-buahan dan sayuran - adalah agen utama yang memainkan peran penting dalam memberikan warna pada kulit. Makanan seperti wortel, ubi, labu, dan aprikot sangat kaya akan beta-karoten, seperti juga beberapa sayuran hijau tua, termasuk bayam dan kangkung. Sementara itu jenis karotenoid lain seperti likopen, banyak ditemukan pada tomat dan produk jeruk.

Para ilmuwan menambahkan bahwa mereka tidak tahu apakah temuan ini akan memberikan manfaat yang sama pada orang dengan pigmentasi kulit yang berbeda, atau apakah orang dewasa yang lebih tua akan mengalami perubahan yang sama dalam warna kulit dengan orang dewasa muda.

Sumber :
http://health.kompas.com/read/2012/03/08/11142940/Doyan.Buah.dan.Sayur.Bikin.Kulit.Mulus.


Rabu, 07 Maret 2012

Alpukat Cile Lawan Resistensi Antibiotik

Resistensi antibiotik atau bakteri yang kebal obat merupakan masalah kesehatan yang kini dihadapi dunia kedokteran. Harapan akan pemecahan masalah ini jatuh kepada buah alpukat dari Cile.

Dalam penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Microbial Chemotherapy ditunjukkan bahwa kandungan dalam alpukat Cile mampu melawan mekanisme resisten dari Staphylococcus aureus (disebut juga dengan infeksek staph).

Infeksi staph itu diketahui sebagai tipe infeksi bakteri yang paling sering dialami orang pascaoperasi. Dampak dari infeksi bakteri cukup serius, mulai dari sepsis hingga keracunan makanan.

Kerja ganda alpukat dari Cile yang dikombinasikan dengan antibiotik konvensional ternyata cukup efektif mengatasi infeksi yang kebal pada antibiotik saja.

Menurut para peneliti, alpukat tersebut mampu menurunkan level MIC dalam antibiotik. Level MIC adalah konsentrasi terendah antibiotik yang diperlukan untuk menghentikan pertumbuhan bakteri. Alpukat dari Cile yang diteliti ini disebut-sebut mampu menurunkan level MIC antibiotik sampai delapan kali lipat.

"Bakteri yang resisten mempunyai mekanisme pompa pengeluaran di dalam membran tubuhnya yang bekerja untuk mendorong antibiotik. Riset berhasil mengenali kandungan di balik kerja pompa itu sehingga mekanisme pertahanan bakteri itu berhasil diketahui. Dengan demikian, antibiotik bisa bekerja," kata Jes Glitz Holler, ilmuwan dari Universitas Copenhagen Denmark yang melakukan riset ini.

Selain alpukat para peneliti kini juga meneliti beberapa zat untuk melawan bakteri super, salah satunya adalah madu yang dibuat dari bunga manuka. Dalam penelitian di laboratorium, bakteri yang kebal berhasil dibutuh oleh zat aktif madu ini.

Sumber :
http://health.kompas.com/read/2012/02/24/16591628/Alpukat.Cile.Lawan.Resistensi.Antibiotik
Huffington Post

Pengguna Ponsel dan Media Sosial Lebih Egois?

Telepon seluler memang membuat kita terhubung dengan teman dan komunitas yang lebih luas. Tetapi, keasyikan kita terhadap ponsel ternyata mengurangi rasa keingintahuan sosial. Bahkan, para pengguna ponsel diketahui lebih egois.

Para peneliti dari Universitas Maryland menemukan bahwa setelah beberapa waktu menggunakan ponsel, keinginan seseorang untuk ambil bagian dalam tindakan sosial, seperti membantu orang lain, cenderung berkurang.  

Dalam penelitian yang dilakukan terhadap para mahasiswa dan mahasiswi pengguna ponsel itu, sikap kurang peduli pada lingkungan sosial terlihat ketika para partisipan diminta untuk membantu menyelesaikan sebuah soal. Kebanyakan merasa enggan membantu meski tahu jawabannya dan sikap mereka itu akan dianggap menyumbangkan uang untuk amal.

Sikap mementingkan diri sendiri yang dimiliki para pengguna ponsel itu, antara lain, disebabkan karena berkurangnya rasa keterhubungan dengan sekitarnya.

"Setiap manusia punya kebutuhan dasar untuk berhubungan dengan orang lain, tetapi ketika kebutuhan itu sudah terpenuhi, katakanlah dengan memakai ponsel, maka secara alami rasa empati dan keterikatan dengan sekitarnya ikut menurun," kata profesor Rosellina Ferraro, yang melakukan penelitian ini.

Studi lain yang dilakukan peneliti dari Kellogg School of Management di Universitas Northwestern menemukan hasil yang hampir mirip. Dalam penelitian tersebut diungkap orang-orang yang sudah memiliki ikatan yang kuat pada lingkaran sosialnya cenderung meremehkan dan menganggap kelompok lain dengan tidak baik.

"Ikatan sosial itu mirip dengan makan. Ketika kita lapar, kita mencari makanan. Ketika kita kesepian, kita mencari ikatan sosial. Saat ikatan sosial itu menguat, secara sosial kita akan merasa 'kenyang' dan kehilangan selera untuk mencari teman lagi dan memperlakukannya secara kurang layak," kata Adam Waytz, peneliti.

Waytz juga menambahkan, ketika seseorang merasa mereka adalah bagian dari sebuah lingkaran sosial, akan muncul perasaan eksklusif dan ada perasaan "kita melawan mereka". Perasaan tersebut bisa membuat kita merasa orang lain di luar lingkaran pertemanan kita sebagai pihak yang kurang layak mendapat perhatian penuh.

Para peneliti sosial juga menemukan bahwa seseorang lebih merasa menjadi bagian dari kelompok setelah mereka memakai sosial media seperti Facebook atau ponsel.

Sumber  :
http://health.kompas.com/read/2012/02/29/15053189/Pengguna.Ponsel.dan.Media.Sosial.Lebih.Egois